Home > Tau Gak...!!! > Indonesia… Plagiat????

Indonesia… Plagiat????

Ketika Lagu Indonesia (Banyak Yang) Mirip Lagu Luar; Plagiarism, Influence, Atau “Kebetulan Mirip”?

Pernah dengar lagu Indonesia yang selintas terkesan “mirip” dengan lagu bikinan orang luar negeri? Di mana ke”mirip”an tersebut mungkin terjadi pada melodi, beat/temponya, atau liriknya; atau malah kombinasi dari ketiganya? Well, saya pernah, sering malah.

Saat kecil (pertama kenal musik sekitar kelas 6 SD), grup musik favorit saya adalah P-Project, dan grup parodi ini memberi pengaruh yang cukup besar terhadap indera pendengaran saya. Saya jadi lebih sensitif saat mendengarkan sebuah lagu. Terkadang, saat mendengar sebuah lagu baru, kemudian teringat sebuah lagu yang mirip, saya iseng mencampur-adukkan liriknya sambil bersenandung ngaco, atau paling minim saya nyeletuk “loh, ini kan mirip lagunya anu???”. Sebuah perilaku yang terkadang annoying bagi orang lain, di mana banyak kawan saya yang sampai komplen “Kalau nggak suka nggak usah sampe dibegitukan dong lagu orang!” D.

Akan tetapi, dalam beberapa kesempatan, saya merasakan, hey ini bukan sekadar mirip, ada kesan kalau lagu ini sengaja dibuat “mencontoh” lagu yang telah ada, bisa beberapa tahun sebelumnya, atau mungkin kalau mau aman, beberapa puluh tahun silam, di mana saat ini sudah jarang diperdengarkan. Dan hingga kini, lagu-lagu macam ini semakin sering saja saya jumpai. terlebih lagi setelah saya bekerja di kantor saya sekarang, yang fokus memutar lagu-lagu barat tahun 50-80an serta Audiophile.

Lho, dari tadi saya belum ngasih contoh ya? Well, berikut daftar yang sempat saya kumpulkan dari arsip lama di otak dan telinga saya…

– Ari Lasso (Tulus) => Bryan Adams (When You Love Someone)
– BIP (1000 Puisi) => U2 (I Still Haven’t Found What I’m Looking For)
– Boomerang (Gadis Extravaganza) => Guns N Roses (Welcome To The Jungle)
– Caffeine (Tiara) => U2 (Stay)
– Dewa (Arjuna Mencari Cinta) => U2 (I Still Haven’t Found What I’m Looking For) + The Police (Roxanne)
– Dewa (Pangeran Cinta) => Led Zeppelin (Immigrant Song)
– Dewa (Hadapi Dengan Senyum) => Queen (Let Us Cling Together)
– Ratu (Lelaki Buaya Darat) => Chantal Kreviazuk (Another Small Adventure)
– Sheila On 7 (Anugerah Terindah …) => Cat Stevens (Father & Son)
– Sheila On 7 (Karna Aku Setia) => Oasis ((What’s The Story) Morning Glory)
– Sheila On 7 (Kita) => Blur (Coffee & TV)
– Sheila On 7 (Percayakan Padaku) => The Beatles (Blackbird)
– Sheila On 7 (Saat Aku Lanjut Usia) => The Beatles (When I’m Sixty Four)
– Sheila On 7 (Seandainya) => Blur (No Distance Left To Run)
– Sheila On 7 (Temani Aku) => Oasis (She’s Electric)
– Sheila On 7 (Tunggu Aku Di Jakarta) => Oasis (Champagne Supernova)
– Syahrul Gunawan (LUPA JUDULNYA) => All 4 One (Smile Like Monalisa)
– Titi DJ (Bahasa Kalbu) => Nikka Costa (First Love)
– Titi DJ (Sang Dewi) => Garbage (The World Is Not Enough)

Dan masih banyak lagi, kalau ada tambahan akan selalu saya update lagi.

Setelah Googling dengan keyword “lagu jiplakan“, hasilnya ternyata lebih dahsyat. Dari salah satu thread di FC Kaskus, saya mengcompile lebih banyak lagi daftar lagu. Sebagian lagu-lagu ini belum saya klarifikasi kemiripannya, tapi kelihatannya mereka yang menyebutkannya punya alasan yang kuat mengapa lagu-lagu berikut dianggap “mirip”.

– Anda (Tentang Seseorang) => Coldplay (Don’t Panic)
– Bondan (Bunga) => Mel C (Never Be The Same Again)
– Caffeine (Hidupku Kan Damaikan Hatimu) => Saigon Kick (I Love U)
– Diah Iskandar (Surat Undangan) => The Jackson Five (I’ll Be There)
– Dewa (Satu Sisi) => Duran-Duran (Save A Prayer)
– Dhani & Chrisye (Jika Surga Dan Neraka) => Portishead (Glorybox)
– Element (Kupersembahkan Nirwana) => Theme 007
– Glenn Fredly (Cinta Silver) => Bachelor Number One (Dream I’m In)
– J-Rocks (Hampir Semua Lagunya) => Lagu-lagu L’Arc~en~Ciel
– Krisdayanti (Cobalah Untuk Setia) => Penny Taylor (Total Eclipse Of My Heart)
– Melly (Ada Apa Dengan Cinta => Mono (Life In Mono)
– Melly (Demikianlah) => Blink 182 (First Date)
– Melly (Dunia Milik Berdua) => Avril Lavigne (Sk8er Boi)
– Melly (Ku Bahagia) => Shades Apart (Stranger By The Day)
– Melly (Tak Tahan Lagi) => T.A.T.U (Not Gonna Get Us)
– Padi (Menanti Sebuah Jawaban) => Peables (Why Do I Believe)
– Pas Band (Biarlah & Kumerindu) => The Nixons (Sister)
– Peterpan (Ada Apa Denganmu) => U2 (Bad) & Simple Plan (Every Time)
– Peterpan (Di Atas Normal) => Muse (Jimmy Cane)
– Potret (17 tahun) => The Cardigans (Carnival)
– Potret (Bagaikan Langit) => Weezer (The Good Life)
– Potret (Diam) => Weezer (Say It Ain’t So)
– Potret (Jadi Kekasihku (?)) => Ligthning Seeds (Lucky You)
– Potret (Mak Comblang) => Supergrass (Alright)
– Radja (Jujur) => The Radios (Teardrops)
– Radja (Tulus) => Stevie Wonder (Lately)
– Saint Loco (Microphone Anthem) => RUN DMC (Me Myself And Microphone)
– Seurieus (Rocker Juga Manusia) => Queensryche (Silent Lucidity)
– Sheila On 7 (Berhenti Berharap) => Steel Heart (Mama Don’t Cry)
– Slank (Bim-Bim Jangan Nangis) => Lagunya Rolling Stone (lupa judulnya)
– T-Five (MIRc) => House Of Pain (Jump Around)

Entah berapa lagu lagi yang akan terungkap…

Dari contoh-contoh di atas, ada tiga premis yang mungkin bisa menjawab kenapa terjadi kemiripan sebanyak ini:

1. Memang Plagiat!!!
Beberapa lagu, terutama lagu DANGDUT pada kenyataannya tanpa etika sama sekali memang asal mencomot lagu orang, lalu mengakui lagu tersebut sebagai karya cipta sendiri. Berikut beberapa lagu yang jelas-jelas menggunakan lebih dari 8 bar, bahkan hingga keseluruhan melodi lagu orang lain:
– Eet Sangra (Bola, kalo ndak salah) => The Cranberries (Zombie)
– Fahmi Shahab (Kopi Dangdut) => Julio Iglesias (Moliendo Café)
– Lagu Bang Tajib, eh Bang Toyib => Lagu Yaa Thoyyibah (?)
– Lagu Kumbang-Kumbang => Lagu Salaamin Bahil (?)

Selain itu, lagu-lagu Oldies juga sering jadi korban “modifikasi”. Bahkan terkadang cara menyanyinya pun dibikin semirip mungkin…

– Fauzi & Fauzan (Mimpi) => The Everly Brothers (Dreams)
– Titiek & Muchsin (Hatimu Hatiku) =>  Suzy Bogguss (Somewhere Between)
– Mus Mujiono (Gengsi Dong) => KC & The Sunshine Band (Baby Give It Up)
Dan tahukah anda, kalau lagu kebangsaan Indonesia Raya, menurut Remy Silado, salah seorang juri FFI, itu menjiplak lagu berjudul Leka Leka Pinda Pinda, sementara lagu Ibu Pertiwi adalah contekan dari sebuah lagu rohani. Selain itu seingat saya, saya pernah mendengar lagu yang mirip Dari Sabang Sampai Merauke dinyanyikan Tim Nasional Perancis saat mereka akan bertanding…Jadi?
Plagiarisme dalam musik dengan ketentuan yang sudah jelas, 8 bar ke atas adalah jiplakan, amat sangat tidak bisa ditolerir. Bahkan seorang George Harrison pun harus berurusan dengan pengadilan saat dituding melakukan plagiat dalam lagu My Sweet Lord. Akan tetapi bagaimana dengan harga diri bangsa ini, yang untuk lagu-lagu sejak jaman perjuangan saja sukanya main comot? Bahkan, menurut Swaramuslim, upaya plagiat ini SENGAJA DILAKUKAN DEMI MEMBENDUNG DITEGAKKANNYA SYARIAT ISLAM!!!

2. Influence…
Seorang musisi sekalipun tentu punya idola, dan harus kita akui, bahkan musisi kaliber dunia pun kebanyakan di-influence oleh idolanya. Oasis nyata-nyata menyatakan ingin jadi the next The Beatles, Chris Martin menyanyi dengan gaya Jeff Buckley, dan Bono begitu mengidolakan The Ramones. Sementara Ahmad Dhani kabarnya banyak dipengaruhi musik Queen dan Led Zeppelin, Nidji mengakui sendiri kalau mereka terinspirasi musisi aliran Britpop macam Coldplay dan Keane.

Jadi, as long as menjiplaknya tidak lebih dari 8 bar ya tidak tergolong plagiat. Dan untuk urusan ini, produserlah yang punya wewenang. Produser tentunya punya trik-trik jitu, misalnya dengan membatasi hingga 7,5 bar saja yang mirip, sehingga tidak melanggar hak cipta, dan jika ada yang nyela, bilang saja “Oh, itu terinspirasi dari artis idola kami koq… Kami memang fans berat mereka… Anggap aja itu sebagai tribute buat mereka”.

3. “Kebetulan Mirip”
Ada satu pembenaran yang menarik oleh Eross, motor grup Sheila On 7. Ujarnya, “Beberapa not bisa saja sama, wong yang namanya nada kan cuma tujuh?”, jadi kemungkinan terjadi repetisi itu amat besar. Well, ada benarnya dan ada salahnya juga sih pernyataan ini. Kita tidak menutup kemungkinan kalau sebuah lagu kebetulan menggunakan melodi yang hampir mirip dengan lagu lain. Toh kita juga tidak mungkin mengecek setiap dari beribu judul lagu yang telah diciptakan manusia hanya untuk memastikan bahwa lagu yang mau kita ciptakan tidak memiliki kesamaan SAMA SEKALI dengan lagu manapun yang ada di dunia. Akan tetapi perlu kita cermati bahwa dari DO sampai TI, sebenarnya ada 12 NADA! (C C# D D# E F F# G G# A A# B), di mana untuk satu melodi sepanjang 8 bar, ada JUTAAN komposisi yang mungkin untuk diciptakan… belum dihitung penggunaan tempo yang berbeda. Tapi untuk alasan yang satu ini, saya tidak punya argumen untuk membantahnya, soalnya kesemuanya kembali ke soal hati nurani. Tak apalah kalau benar-benar, dalam proses kreatif mencipta lagu, ternyata menggunakan nada yang kebetulan sama dengan lagu lain, yang penting niatan saat bikin lagu memang bukan untuk “itu”.

Jadi alasan yang mana sih yang paling logis?

Categories: Tau Gak...!!!
  1. September 26, 2008 at 7:54 pm

    Hohoo.. ternyata banyak juga lagu plagiat. Terakhir yang aku dengar Kopi Dangdut njiplak lagu 1957 dari Spanyol.

  2. January 17, 2009 at 8:07 am

    ga mengagetkan. lagu dari sabang sampai merauke memiliki opening yang nyaris sama dengan le mersailles-nya perancis

  3. Dinz
    June 14, 2009 at 9:56 am

    Betul, Kopi Dangdut jiplak abis Moliendo Cafe ; musik tradisional orang2 Andean, alias org2 yg hidup di daerah pegunungan Andes, amerika selatan. Terakhir sy nemu di album Traditional Songs from Equador…duh aduh

  4. Dinz
    June 14, 2009 at 10:10 am

    oia, yg lagu slank – bim2 jgn menangis => rolling stones – fool to cry
    trus bole nambahin lg ni, aura kasih – mari berdansa => Sean Paul ft. Eve – Give It To You. trus the law – dhani mulan => Eminem – The Real Slim Shady

  5. July 23, 2009 at 7:21 pm

    Gila!!! Ngakak mode :ON pas ngecek lagu kopi dangdut ternyata jiplak habis2an.. Lagu Doo Bee Doo nya Gita Gutawa juga boleh ngambil dari Freshly Ground! Percis banget lagi..

    Malu banget jadi Warga negara Indonesia!! Benar2 Malu, masa lagu kebangsaan pake jiplak juga??

  6. February 21, 2011 at 8:24 am

    gimna caranya aq harus mendukung seorang gita gutawa

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: