Home > All Of Palembang > DiBalik Cerita Double Winner Sriwijaya FC

DiBalik Cerita Double Winner Sriwijaya FC

LASKAR WONG KITO

Sriwijaya FC dan Berkah Angka 3
KEBETULAN atau tidak, angka 3 merupakan angka keberuntungan bagi Sriwijaya FC. Dan, sebagian orang mengaitkan angka itu dengan keberkahan yang diberikan Tuhan YME kepada masyarakat Sumatra Selatan. Sebab Tuhan sangat suka dengan angka ganjil, seperti angka 3.
Memasuki usia 3 tahun atau 63 tahun berdirinya Republik Indonesia, Sriwijaya FC meraih Piala Copa Dji Sam Soe ke-3. Lalu, dipimpin gubernur Sumatra Selatan ke-13, yakni Syahrial Oesman, Sriwijaya FC meraih Piala Liga Indonesia ke-13. Syahrial Oesman sendiri, berumur 53 tahun.
Keberhasilan Sriwijaya FC meraih Piala Liga Indonesia dan Piala Copa Dji Sam Soe melahirkan 3 kejutan. Pertama, Sriwijaya FC merupakan klub pertama yang mampu menggabungkan dua piala bergengsi di Indonesia itu. Kedua, pelatih Rahmad Darmawan, merupakan pelatih pertama yang merasakan nikmatnya Piala Liga Indonesia dari klub yang berbeda, yakni Persipura Jayapura dan Sriwijaya FC. Ketiga, Zah Rahan menjadi pemain asing pertama yang menerima penghargaan sebagai pemain terbaik Liga Indonesia.
Dan, saat mengikuti Liga Indonesia tahun 2005, di Sumatra Selatan masih terdiri 13 kabupaten dan kota. Lebih jauhnya, prestasi Sriwijaya FC menandai umur peradaban dunia yang memasuki milenia ke-3 atau 13 abad setelah kelahiran kerajaan Sriwijaya.
“Prestasi ini merupakan berkah dari Tuhan dengan memberikan tanda berupa angka 3, bisa jadi ini merupakan kebangkitan baru Sriwijaya di nusantara. Bedanya, bila dulu Sriwijaya bangkit dengan menggunakan armada perang, kini melalui sepakbola,” kata budayawan muda Erwan Suryanegara.
Bahkan, kata Erwan, kebangkitan Sriwijaya ini merupakan kebangkitan ke-3 masyarakat di sepanjang sungai Musi. Pertama, yakni kerajaan Sriwijaya yang menguasai nusantara dan Asia selama 5 abad. Kedua, pada abad pertengahan, Sriwijaya kembali bangkit melalui kerajaan Islam Palembang atau Kesultanan Palembang Darussalam.
“Ketiga, ya, saat ini. Agar semangat rakyat bersatu untuk membesarkan kebangkitan Sriwijaya, Tuhan memberikan tanda melalui prestasi Sriwijaya FC. Harapannya, semangat tersebut mampu mendorong program Sumsel Lumbung Energi Nasional, yang menjadi dasar kebangkitan.
Memang, guna mengembalikan kejayaan Sriwijaya, tidaklah gampang atau mudah. Diperlukan berbagai kekuatan yang berasal dari suku bangsa di nusantara maupun dunia.
“Sriwijaya dibangun bangsa Melayu, Tionghoa, India, dan etnis lainnya. Kesultanan Palembang Darussalam dibangun bangsa Melayu, Jawa, Arab, Tionghoa, India, serta suku bangsa lainnya. Sriwijaya FC juga seperti itu. Para pemainnya berasal dari suku bangsa di nusantara dan dunia,” kata Djohan Hanafiah.
Jadi, dalam sejarahnya, kebangkitan masyarakat Sumatra Selatan—baca Sumatra bagian Selatan—baik di era kerajaan Sriwijaya maupun Kesultanan Palembang Darussalam, selalu melibatkan tenaga, pikiran, dari berbagai suku bangsa di dunia.
“Kalau ada yang berpikir Sriwijaya FC itu tidak perlu dibanggakan karena sedikitnya pemain lokal, itu cara berpikir yang tidak benar. Itu ahistoris. Klub-klub di Inggris, Italia, atau Jerman, saja banyak mendatangkan pemain asing. Melahirkan pemain lokal yang berkualitas membutuhkan proses. Sriwijaya FC kan baru berumur 3 tahun. Beda, kalau Sriwijaya FC itu umurnya seperti PSMS Medan, Arema Malang, Persebaya, Persija, atau AC Milan,” kata Djohan.
Yang jelas, prestasi sebuah klub sepakbola itu segaris lurus dengan kondisi sosial-ekonomi sebuah masyarakat atau bangsa. “Membangun klub sepakbola yang tangguh itu membutuhkan banyak hal. Selain manejemen, keuangan, juga dukungan dari masyarakat. Prestasi Sriwijaya FC itu merupakan cermin dari masyarakat Sumatra Selatan.
Kini, tinggal bagaimana masyarakat dan pemerintah Sumatra Selatan menjaga semangat Sriwijaya FC untuk mewujudkan kejayaan Sriwijaya. [*]

LOGO BARU SRIWIJAYA FC…
sfc

Categories: All Of Palembang
  1. February 25, 2009 at 10:29 am

    13 it’s really lucky number😀

  2. Mellinda
    March 4, 2009 at 3:47 pm

    Bk4n aNKa 3’gmana?klw thun nee..g’da ngka 3 mkin g’kn sukses sPerti thUn lalu’kita’d0ak’n d’angka mana aja s’riwijaya bisa sukses amin..doa by sPorter sing mania sum-sel ..palemG woNg kito galo..

  3. Ega
    September 13, 2009 at 4:02 pm

    Kpd : Pengurus SFC yg skrg.
    Saya sekadar memberikan saran spy mengunjungi Pak Syahrial Oesman, skaligus memberikan dukungan moral kpd beliau. Krn, saya 100% yakin bhw beliau TIDAK BERSALAH. Dan, gmnpun beliau prnh BERJASA BESAR atas prestasi n besarnya nama SFC.
    “Saya adlh PECINTA SEJATI club ini, pastinya bgitu jg dgn Pak Syahrial”.
    Sekian saran dr saya, atas perhatiannya saya ucapkan TERIMA KASIH.

    (Nb : SAYA TUNGGU REALISASINYA…!!!)

  4. tri
    October 17, 2009 at 9:02 am

    jadi thn ni SFC akan menjawab kebenaran angka 3 itu????

  5. miltra
    December 14, 2009 at 12:28 pm

    yo moga ae nama sriwiya akan slslu besar,yng seperti dulu

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: